Mendengar nama Joe satriani (bukan joe yang anak kost itu) adalah bukan hal yang baru buat para gitaris-gitaris di Indonesia bahkan seluruh Dunia, dengan Skill dan teknik yang tinggi Joe satriani mampu membuat penonton terkagum-kagum apalagi ketika  Ia mulai memainkan Whammy Bar dengan berbagai style dan di tambah lagi dengan skill pribadinya yang dasar saat memainkan teknik Hammer on yang disatukan dengan Pull of. Waw Keren, itulah kata yang di ucapkan para Fansnya ketika seorang Joe satriani memainkan gitarnya.

Joe Satriani terinspirasi bermain gitar waktu  umurnya 14 tahun pada Jimi Hendrix. Tahun 1974, joe satriani belajar musik  jazz, di situ Ia mulai menemukan musik yang sesungguhnya. “singkat cerita” Setelah bertahun-tahun belajar pada akhirnya joe Satriani pun memulai mengajar gitar. Tahun 1978 pindah ke Berkeley, California untuk mengejar karir musiknya. tidak lama, ia melanjutkan menjadi guru gitar. Hits paling terkemuka California siswa disertakan: Kirk Hammett (Metallica), Slash, David Bryson (Counting Crows), Kevin Cadogan (Third Eye Blind), Larry LaLonde (Primus), Alex Skolnick (Testament), Phil Kettner (Laaz Rockit) dan Charlie Hunter. Tahun 1987, kedua album Satriani Surfing with Alien diproduksi dan langsung populer di radio2 di daerahnya, joe satriani juga pergi tur ke Australia dan Selandia Baru bareng Mick Jagger dari Rolling Stones. Sampai sekarang Joe satriani masih tetap eksis dengan G3.